Protégé Magazine

Guru di jaman ini rnernpunyai banyak fungsi. Bukan hanya sebagai pendidik namun juga sebagai fasilitator teknologi. Para murid. kebanyakan berasal dari generasi Z, membutuhkan kedua hal tersebut. Selain melihat contoh dari sang guru, murid butuh "batu penjuru" saat memasuki belantara online. Pendidikan dan gaya hidup sudah seperti sekeping mata uang. Gadget, Sekolah, Siswa, Guru, Orang tua dan Google telah membentuk entitas tak resmi. Contoh, di saat tersesat. Berapa juta orang yang menempuh jalan umum dengan bilang: Ya, googling saja. Di sini Protégé hadir sebagai media komunikasi para stageholder pendidikan, yang selalu menghadirkan cara pandang baru pada pendidikan. Yang bisa memperkaya pembaca dengan informasi tambahan yang 'jarang dimunculkan' namun berguna. Dan salah satu landasan lahirnya media Protégé ini adalah semangat untuk 'saling belajar lewat lifestyle".

Augmented Reality Magz

Kedekatan tetap penting untuk berbagi. Adapun medianya, harus dekat dengan pembaca. Jangan sampai pembaca terasing dari apa yang dibacanya. Adapun statusnya, cuma satu tujuan kami: Memberi. seperti cuplikan syair lagu berjudul kasih ibu: "...hanya memberi tak berharap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia."
Yup! Dimanapun anda menemukan majalah ini, please jangan biarkan dia sendirian. Bawalah kemanapun anda pergi. Protégé setia menemani anda. Isinya padat, membuat anda tahu lebih dulu. Menganalisa lebih tajam dan akurat. Membuat anda layak disebut sebagai Protégé. Si Murid andalan.
Salah satu perwujudannya, silahkan simak dalam tulisan, infografis, dan AR barcode berikut ini. Silahkan di scan menggunakan Augment yang bisa Anda download gratis di App Store (OS) dan Google Play (android). Dari situ Anda akan merasakan sensasinya.

Protégé Community

Guru di jaman ini rnernpunyai banyak fungsi. Bukan hanya sebagai pendidik namun juga sebagai fasilitator teknologi. Para murid. kebanyakan berasal dari generasi Z, membutuhkan kedua hal tersebut. Selain melihat contoh dari sang guru, murid butuh "batu penjuru" saat memasuki belantara online. Pendidikan dan gaya hidup sudah seperti sekeping mata uang. Gadget, Sekolah, Siswa, Guru, Orang tua dan Google telah membentuk entitas tak resmi. Contoh, di saat tersesat. Berapa juta orang yang menempuh jalan umum dengan bilang: Ya, googling saja. Di sini Protégé hadir sebagai media komunikasi para stageholder pendidikan, yang selalu menghadirkan cara pandang baru pada pendidikan. Yang bisa memperkaya pembaca dengan informasi tambahan yang 'jarang dimunculkan' namun berguna. Dan salah satu landasan lahirnya media Protégé ini adalah semangat untuk 'saling belajar lewat lifestyle".
Guru di jaman ini rnernpunyai banyak fungsi. Bukan hanya sebagai pendidik namun juga sebagai fasilitator teknologi. Para murid. kebanyakan berasal dari generasi Z, membutuhkan kedua hal tersebut. Selain melihat contoh dari sang guru, murid butuh "batu penjuru" saat memasuki belantara online. Pendidikan dan gaya hidup sudah seperti sekeping mata uang. Gadget, Sekolah, Siswa, Guru, Orang tua dan Google telah membentuk entitas tak resmi. Contoh, di saat tersesat. Berapa juta orang yang menempuh jalan umum dengan bilang: Ya, googling saja. Di sini Protégé hadir sebagai media komunikasi para stageholder pendidikan, yang selalu menghadirkan cara pandang baru pada pendidikan. Yang bisa memperkaya pembaca dengan informasi tambahan yang 'jarang dimunculkan' namun berguna. Dan salah satu landasan lahirnya media Protégé ini adalah semangat untuk 'saling belajar lewat lifestyle".