13 Des 2016, 14:09:05

Tim Debat Hukum Berpestrasi dari SMAK St. Louise




Tim debat ini terdiri dari 3 siswi dari SMA Katolik St. Louise atau dikenal dengan Sinlui. Siswi pertama bernama Zefania Praventia Sutrisno (tengah), yang lahir pada tahun 2000. Dia yang tertua di tim ini, dan dia yang semula mengajak teman-temannya untuk mengikuti lomba debat hukum di Universitas Surabaya (Ubaya). Dari awal memang Zefa sering mengikuti berbagai macam lomba dengan tim-tim lain. Berbagai macam kompetisi ia ikuti dan meraih sejumlah medali kemenangan. Hal ini tentu tidak luput juga dari beberapa kekalahan yang mereka alami, sehingga membuat tim ini meneteskan air mata. Siswi kedua dari tim debat ini bernama Stella Arawinda (kanan), ia seorang putri yang lahir pada tahun 2001 dari keluarga yang juga berpendidikan sebagai dokter. Beruntungnya, cita-citanya untuk menjadi pengacara sejalan dengan jalur pilihan dan pengalaman yang ia ambil sekarang. Stella adalah siswi dari kelas IPS di SMA Sinlui yang juga sangat berbakat. Kelebihannya tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga terampil di bidang musik. Ia ikut dalam band dan berperan sebagai gitaris. Siswi ketiga dalam tim ini yaitu Lourdesia Vivyan (kiri) yang terlahir pada tahun 2001. Ia memiliki sosok yang sangat ramah dan juga mudah bergaul. Ditambah lagi potensi dan skill yang ia miliki dalam kegiatan berdebat, hal ini melengkapi tim dari kompetisi debat hukum ini.


Mereka bertiga berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi debat yang diadakan sejawa timur di Universitas Surabaya. Menurut pendapat dari Zefa adalah kita sebagai generasi muda tidak boleh takut mencoba hal-hal baru dan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan kegiatan yang membangun diri kita menjadi semakin positif. Zefa percaya bahwa semua usaha yang kita berikan pada akhirnya akan membuahkan suatu hasil. Perlahan tetapi pasti. Kedua, menurut pendapat dari Stella, kita harus berani mengambil suatu resiko. Dan tegas dalam mengambil keputusan serta menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Stella percaya bahwa menjalani pilihan dalam hidup selalu ada “risk and consequences”. Vivyan menambahkan opininya bahwa ketika kita memulai suatu hal, kita harus menyelesaikannya secara maksimal. Baik itu berakhir sesuai ekspektasi maupun tidak. Karena dalam setiap usaha pasti selalu ada kegagalan. Kita tidak boleh putus asa dan patah semangat untuk tetap mencoba. Karena keberhasilan selalu diawali dengan beberapa kegagalan terlebih dahulu. So, don’t ever give up trying harder after each failure.

Mereka bertiga berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi debat yang diadakan sejawa timur di Universitas Surabaya. Menurut pendapat dari Zefa adalah kita sebagai generasi muda tidak boleh takut mencoba hal-hal baru dan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan kegiatan yang membangun diri kita menjadi semakin positif. Zefa percaya bahwa semua usaha yang kita berikan pada akhirnya akan membuahkan suatu hasil. Perlahan tetapi pasti. Kedua, menurut pendapat dari Stella, kita harus berani mengambil suatu resiko. Dan tegas dalam mengambil keputusan serta menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Stella percaya bahwa menjalani pilihan dalam hidup selalu ada “risk and consequences”. Vivyan menambahkan opininya bahwa ketika kita memulai suatu hal, kita harus menyelesaikannya secara maksimal. Baik itu berakhir sesuai ekspektasi maupun tidak. Karena dalam setiap usaha pasti selalu ada kegagalan. Kita tidak boleh putus asa dan patah semangat untuk tetap mencoba. Karena keberhasilan selalu diawali dengan beberapa kegagalan terlebih dahulu. So, don’t ever give up trying harder after each failure.


RELATED NEWS

Related News empty!